Kursi Roda Baru yang Dapat Membuat Penggunanya Duduk dan Berdiri

Terkadang konsep yang paling sederhana pun bisa membuat dunia menjadi berbeda dalam kehidupan seseorang. Misalnya seperti teknologi canggih ini, kursi roda baru yang memungkinkan penggunanya bergerak baik dalam posisi berdiri maupun duduk.

Kursi Roda Canggih

Vince Gerasole dari CBS 2 menyaksikan bagaimana kehidupan seseorang telah berubah. ” Saya bisa memikirkan banyak hal yang dapat saya lakukan sekarang yang dulunya tidak dapat saya lakukan di kursi roda yang lama,” kata Jonathan Annicks.

Jonathan Annicks telah menguji sebuah kursi roda yang baru disesuaikan sesuai kebutuhan, yang memungkinkannya untuk mengganti antara posisi duduk dan berdiri secara manual dengan mendorong sandaran lengannya.

“Ini merupakan sedikit kebebasan yang tidak saya miliki sebelumnya,” kata Annicks. Sekarang dia bisa dengan mudah mencapai lemari tinggi, mencari sesuatu di laci, bekerja di dapur, dan bahkan menuang secangkir kopi untuk tamu.

Dalam suatu wawancara ketika ia ditanyai tentang perasaannya menggunakan kursi roda tersebut.

Annicks : “rasanya luar biasa. Sebelumnya butuh lima atau enam menit untuk minum kopi, sekarang hanya perlu waktu lima atau enam detik. “

“Berubah dari posisi duduk ke posisi berdiri adalah sesuatu yang luarbiasa,” kata Dr. Todd Kuiken, Shirley Ryan Ability Lab.

Dr. Todd Kuiken dari Shirley Ryan Ability Lab’s Center for Bionic Medicine mulai mengerjakan konsep ini sejak beberapa dekade yang lalu, namun tim insinyur dan dokternya membantu menyempurnakan kursi ini.

“Otot-otat saya jadi bekerja yang awalnya tidak bisa saya pakai di kursi roda biasa,” kata Annicks.

Rantai dan roda dari kursinya berfungsi seperti sepeda, latihan ini memacu kesehatan tulang, dan posisi jantung yang tinggi membantu fungsi jantung.

“Ada banyak manfaatnya untuk fisik, fungsional dan psikologis,” kata Dr. Kuiken.

Mari membahas bagian psikologis itu. Jonathan lumpuh karena tembakan tiba-tiba saat ia di luar rumah, Little Village, musim semi lalu.

“Dia menembak saya delapan kali – hanya kena sekali, tapi satu peluru itulah yang membuat saya begini,” kata Annicks.

Tapi dalam hitungan bulan dia membuat kemajuan, untuk bersekolah komunikasi di DePaul. “Saya tidak mau empat tahun sekolah saya berhenti,” kata Annicks.

Bahkan dengan sikap positifnya, berinteraksi dari mata ke mata dengan orang lain sudah menjadi berbeda.

“Secara psikologis itu adalah pendorong kepercayaan diri. Menatap ke atas saat berkomunikas bisa membuat anda merasa aneh, “kata Annicks. “Sangatlah menyenangkan bahwa saya akhirnya dapat melakukan hal-hal yang telah saya tidak lakukan selama setahun ini.”

Berhasil membuat kursi roda ini berada di fase ini terwujud berkat hibah dari National Institute on Disability. Berat kursi roda ini 24,95 kg tapi Dr. Kuiken dan tim ingin menurunkannya hingga sekitar 15,9 kg. Harapannya adalah kursi roda ini sudah bisa tersedia untuk digunakan secara umum dalam 2 tahun kedepan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *