Pebisnis Online Harus Paham Mengenai Pajak untuk Bisnis Online

siamplop.net – Jika pebisnis online mau meluangkan waktunya untuk mencari informasi, pajak bisnis online tidaklah serepot yang dibayangkan. Pemerintah sudah mempermudah perhitungan pajak penghasilan bagi wajib pajak perorangan dan badan usaha yang memiliki omzet per tahun kurang dari Rp 4,8M, yaitu hanya sebesar 1% dari omzet.

Umpamanya seseorang pelaku bisnis on-line dengan pendapatan pada bln. Januari dari website iklan on-line seperti Google Adsense, ClickSaya. com, Amazon. com, dsb keseluruhan
original:
total
suggestion:
sebesar Rp 10 juta jadi pajak yang perlu dibayar sebesar 1% x Rp 10 juta = Rp 100 ribu. Pembayaran pajak usaha on-line paling lambat tgl 15 pada bln. selanjutnya. Berarti, untuk pendapatan bln. Januari, pajaknya mesti dibayarkan paling lambat tgl 15 Februari.

Pembayaran pajak pendapatan (PPh) dikerjakan tiap-tiap bln. sesuai sama ketetapan. Ketika membayar, harus pajak mesti menyerahkan form SSP yang sudah di isi. Taruh baik-baik lembar SSP yang dikembalikan pihak bank/kantor pos atau bukti pembayaran beda, bila memakai cara pembayaran yang beda, seperti : e-Banking serta ATM, karna kelak diikutkan ketika menyerahkan SPT Tahunan. Untuk harus pajak yang terserang ketentuan PPh 1%, termasuk juga beberapa pelaku bisnis on-line, isi SPT begitu gampang, karna terkecuali isi data jati diri serta nomor NPWP, isian yang lain cukup berisi nihil atau sinyal centang.

Terkecuali isi SSP serta membayar pajak tiap-tiap bulannya, pelaku bisnis on-line harus juga mencatat besarnya pendapatan yang didapat tiap-tiap bln.. Form isian telah disiapkan serta bisa di ambil di kantor pajak atau bisa buat sendiri dengan memakai Microsoft Excel. Jadi, saat menyerahkan SPT di bln. Maret, terkecuali form SPT harus juga memasukkan bukti pembayaran pajak bulanan dan lembar pendapatan.

Patuh Membayar Pajak

Pendapatan besar yang didapat dari usaha on-line jadi potensi untuk pemerintah mewajibkan beberapa pelaku bisnis on-line untuk membayar pajak. Pemungutan pajak yang dikerjakan pemerintah mempunyai tujuan untuk tingkatkan pemenuhan tujuan penerimaan pajak non migas serta pajak yang dibayarkan juga akan masuk kedalam Pajak Bertambahnya Nilai (PPN). Jadi untuk beberapa pelaku bisnis on-line, jadilah orang yang bijak dengan patuh membayar pajak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *